Why I be so Sad
Hanum bersedih, dia menangis sejadi jadi nya…’today is a Valentine’s day, and look at me now..’…bisiknya dalam hati.
Rasa aneh itu sudah ada lama, sejak Adrian merayakan ulang tahun nya yang ke-3, sejak Hanum memutuskan untuk berhenti bekerja dan tinggal dirumah untuk mengurus Abang dan Adrian.
Entah kenapa, rasanya ada sesuatu yang lain dari Abang. Awalnya Hanum tidak terlalu memperdulikan, tapi setelah keadaan makin memburuk Hanum jadi merasa dipaksa untuk memutar ulang dan merasakan kembali semuanya.
Iya, sejak ulang tahun itu…awalnya hanya karena Abang lupa tidak mengundang Wastuti. Anak nya Mbak Tuti dan Andrian satu sekolahan, dan mereka berdua cukup dekat. Hanum sudah wanti2 sama Abang untuk menyampaikan undangan untuk Mbak Tuti karena mereka satu gedung kantor. Undangan itu sendiri sudah satu minggu sebelumnya ada di dalam tas Abang, dan entah kenapa karena kesibukan lain Hanum juga tidak sempat menyampaikan langsung pada Mbak Tuti. "Toh nanti juga baca sendiri lah undangan nya" pikir Hanum tenang.
3 hari menjelang hari-H, Hanum telpon ke kantor Abang, mengingatkan supaya jangan lupa mengantarkan undangan Ultah Adrian. Abang dengan cepat bilang ‘iya dek, iya, jangan kuatir, iya…’.
Tapi ternyata, ketika ulang tahun Adrian, Mbak Tuti dan David tidak muncul dan saat Adrian menangis menanyakan David barulah Abang terlonjak kaget sambil menepuk kening nya, "Waduuh Dek, aku lupa….undangan untuk David belum jadi diantar….."…
Adrian berhenti menangis 10mt kemudian, tidak demikian dengan Hanum. Dia benar2 marah dan menyalahkan Abang. "Kenapa sih Bang?? Aku ndak ngerti…aku sudah telpon Abang hari itu, Abang bilang Iya, iya,..mana buktinya…apa sih susah nya langsung dikerjain saat itu juga? Iya, aku tahu abang sibuk dan abang pelupa, tapi abang tahu kan kalau undangan itu penting artinya buat Adrian, kalau sadar bahwa abang pelupa ya mbok langsung dikerjakan sebelum lupa lagi…aku bener2 nggak bisa dan gak akan bisa ngerti Bang!!".
Abang diam saja, tidak menjawab, tidak marah balik…tidak perduli. 10 mt setelah Hanum mengoceh tiba2 terdengar suara dengkuran…Abang tidur.
Dulu itu Hanum menganggap Abang memang kecapek-an, Hanum sendiri juga capek dan akhirnya tidur disamping Abang. Ke-esokan harinya seperti tidak ada masalah, Abang tidak bilang apa2, Hanum pun akhirnya lupa.
Beberapa waktu setelah itu, ada masalah lain lagi…lagi2 Abang tidak ngomong apa2, tidak menanggapi keluhan Hanum, cuek aja dan besok nya hidup kembali normal. Kemudian ada masalah lain, lebih berat..Hanum sampai sesenggukan nangis di tempat tidur…tapi lagi2 yang terdengar hanya suara dengkuran Abang. Hal itu terjadi berulang-ulang. Sampai akhirnya Hanum tersadar, kalau itulah cara Abang sekarang. Abang memilih untuk tidak fight, tidak menjelaskan dan tidak ingin memperpanjang masalah ataupun menyelesaikan nya. Bahkan Abang memilih untuk tidak merayu apalagi minta maaf…
Hanum terhenyak…rasanya seperti di iris2, lebih sakit ketimbang di tampar di pipi. Suami model apa itu? tidak perduli dengan perasaan istrinya…sedemikian sibuk dan capek nya dengan keseharian sehingga merasa tidak perlu lagi untuk adu argumentasi, menjelaskan, merayu, apalagi meminta maaf…
Hari ini Valentine, 14 Feb 2007. Dari seminggu yang lalu Hanum sudah menyiapkan hadiah untuk Abang…apapun yang terjadi rasa cinta itu tetap ada disana…tapi entah setan dari mana yang datang. Semuanya terancam berantakan. Bahkan kehidupan rumah tangga Hanum.
Siang tadi Hanum telpon Abang, tanya-tanya tentang spec komputer, Sari adek Hanum titip minta dibelikan Lap Top. Abang dianggap orang yang paling tepat untuk itu. Tapi boro2 menjelaskan spec dan lain2, Abang malah berkelit kesana sini, intinya gak mau direpotkan untuk hal itu. Hanum yang perasa mulai gerah dan akhirnya melontarkan pertanyaan itu "Bang, sebenarnya abang itu gak mau bantuin ya? Aku ndak minta Abang mesti ikut sibuk turun ke toko2 kok, aku cuma nanya spec aja". Abang terdiam sesaat, "Dek, aku sudah bilang terserah kamu, yang jelas aku memang tidak mau direpotkan dengan urusan itu. Kalau kamu tetap mau beli, ya terserah kamu." Air mata Hanum langsung tumpah mengalir, memang dasarnya cengeng kok, sesenggukan dia berkata "Abang memang gak mau peduli dengan Hanum dan kluarga Hanum. Abang gak mau direpotkan dengan segala urusan tentang itu. Bahkan abang juga udah gak perduli lagi dengan perasaan Hanum sendiri. Ada apa sih bang sebenarnya?".
"Lho, ini kok jadi melantur kemana-mana, dek ini kita ngomongin masalah apa sih?" tanya Abang bingung.
"Sudah lah bang, awalnya memang masalah Sari, tapi Hanum sudah tidak tahan lagi. Abang mesti tau kalau menurut Hanum, Abang memang sudah berubah. Abang sudah gak mau peduli lagi dengan perasaan Hanum, abang bahkan gak mau lagi di repotkan dengan memberikan penjelasan buat semua masalah, Abang gak peduli kalau Hanum menangis, Abang gak peduli kalau Hanum sakit…Abang sudah terlalu capek untuk perduli. Buat Abang semua masalah toh akan selesai dengan sendiri nya. Abang pikir bahwa semua akan kembali normal besok..sudah sebegitu capek nya kah Bang dengan segala urusan abang di kantor, sampai tangisan Hanum pun sudah tidak punya arti lagi buat Abang?" rentetan kalimat keluar dari mulut Hanum, sudah tak bisa dibendung lagi. Lengkap dengan suara latar nya, isak sudah berubah jadi tangisan lirih.
Abang terdiam, dibiarkannya Hanum menangis sampai akhirnya dia berkata, "Dek, sebenar nya memang ada yang perlu aku sampaikan. Kamu gak mau kalau aku hanya mengeluarkan kalimat yang manis2 aja kan, padahal sebenarnya tidak begitu? Aku akan bicara sama kamu nanti malam, sekarang kamu tenangkan diri aja dulu. Sudah dulu Dek, Boss ku datang, ndak enak ngomong di hape terus. Bye."
Disinilah Hanum sekarang, menangis (lagi) ter-isak isak menunggu datang nya malam, menunggu penjelasan dari Abang. Sekarang masih jam 12 siang, enak betul Abang minta untuk menenangkan diri setelah mengucapkan kata2 tadi. Apa maksudnya dengan "manis padahal tidak" itu? Apa sebenarnya perasaan Abang pada Hanum sekarang? apakah sudah berubah? seberapa jelek-kah Hanum untuk Abang sekarang?…Ya Tuhan, mana bisa Hanum tenang sekarang??
————-to be continued————
Hehe…ini edisi Valentine….buat yang baca postingan ini, tunggu aja sambungan nya sore nanti ya, soalnya penulis musti kluar dulu nih..bubyeee….
February 13th, 2007 at 9:17 pm
Yaa Bonnie… To be continued segala.. Bikin orang penasaran aja.. Ayo lanjutin dong..
April 16th, 2007 at 4:49 am
mana lagi tulisan2 lo say..? gue kan pembaca setia….hayuuu, semangattttt!!!
December 13th, 2008 at 5:39 pm
Hi!
My name is Jessika!